Sabtu, 22 Januari 2011

JENIS – JENIS TARI



DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                   
KATA PENGANTAR
TARI BERDASARKAN FUNGSINYA
a.      Tari Upacara
b.      Tari Pergaulan Pertunjukan
TARI BERDASARKAN BENTUK PENYAJIANNYA
a.      Tari Tunggal
b.      Tari Kelompok
TARI BERDASARKAN POLA GARAPANNYA
a.      Tari Primitif
b.      Tari Rakyat
c.       Tari Klasik
d.      Tari Kreasi
TARI BERDASARKAN TEMA/ISI
a.      Tari Heroik
b.      Tari Erotis
c.       Tari Totemis
d.      Tari Dramatik












  1. Menurut Fungsinya
Tari Upacara


Ø  Tari Hopong (NTT)

Hopong adalah sebuah upacara tradisional masyarakat Helong yang mengijinkan para petani untuk menuai atau panen di ladang pertanian. Upacara Hopong adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh para petani dalam bentuk doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan dan nenek moyang.. Tarian ini juga menggambarkan kehidupan bersama nilai religius, gotong royong. Musik pengiring gendang, tambur, gong.
Tari Pergaulan








 

Ø  Tari Tayub Bojonegoro (Jawa Timur)

Tarian ini biasanya dilakukan oleh pria dengan diiringi gamelan dan tembang Jawa yang dilantunkan oleh waranggono yang syairnya sarat dengan petuah dan ajaran.  Pertunjukan tari ini banyak dipergunakan untuk meramaikan kegiatan hajatan yang banyak dilaksanakan oleh warga Bojonegoro ataupun kegiatan kebudayaan yang lain. Biasanya dalam mengadakan kegiatannya, tarian tayub ini sudah terkoordinir dalam suatu kelompok tertentu dengan nama khas masing-masing. 
Tari Pertunjukan
















Ø  Tari Barong (Bali)
Tari Barong ini menceritakan tentang asal muasal perang abadi antara kebaikan yang di-lambangkan dengan Barong melawan kejahatan yang dilambangkan dengan Rangda. Barong adalah karakter dalam mitologi Bali. Ia adalah raja dari roh-roh serta melambangkan kebaikan. Ia merupakan musuh Rangda. Banas Pati Rajah adalah roh yang mendampingi seorang anak dalam hidupnya. Banas Pati Rajah dipercayai sebagai roh yang menggerakkan Barong. Sebagai roh pelindung, Barong sering ditampilkan sebagai seekor singa. Di pulau Bali setiap bagian pulau Bali mempunyai roh pelindung untuk tanah dan hutannya masing-masing. Setiap Barong dari setiap region digambarkan sebagai hewan yang berbeda. Ada babi hutan, harimau, ular atau naga, dan singa. Bentuk Barong sebagai singa sangatlah populer dan berasal dari Gianyar. Dalam Calonarong atau tari-tarian Bali, Barong menggunakan ilmu gaibnya untuk mengalahkan Rangda.









  1. Berdasarkan Bentuk Penyajiannya
Tari Tunggal









Ø  Kebyar Duduk (Bali)
Tari ini merupakan ciptaan I Mario dari Tabanan yang menciptakan tarian ini pada tahun 1925. Tari Kebyar Duduk menggambarkan kemahiran seorang pemuda yang menari dengan lincahnya dengan posisi duduk mengikuti irama gamelan. Apabila tarian ini ditarikan dengan memainkan instrumen trompong, maka tarian Kebyar Duduk disebut tari Kebyar Trompong.
Tari Kelompok
           




Ø  Tari Seudati (Aceh)
Seudati berasal dari kata Syahadat, yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah. Tarian ini juga termasuk kategori Tribal War Dance atau Tari Perang, yang mana syairnya selalu membangkitkan semangat pemuda Aceh untuk bangkit dan melawan penjajahan. Oleh sebab itu tarian ini sempat dilarang pada zaman penjajahan Belanda, tetapi sekarang tarian ini diperbolehkan kembali dan menjadi Kesenian Nasional Indonesia.
3.      Berdasarkan Pola Penggarapannya
a)     Tari Tradisional
Tari Primitif










Ø  Tari Belian Sentiyu (Dayak-Kalimantan Timur)

Tarian ini berasal dari suku Dayak Tonyooi dan Dayak Benuaq. Maksud dan tujuan dari tarian ini juga untuk mengobati orang sakit dan mengusir roh jahat. Perbedaannya adalah pada kostum, apabila pada Belian Bawo memakai gelang bergemerincing yang memekakkan telinga pendengarnya pada Belian Sentiyu memakai persembahan beras yang akan ditaburkan oleh pemeliannya.
Tari Rakyat










Ø  Tari Reog Ponorogo (Jawa Timur)

Tarian ini menggambarkan cerita istana raja milik ratu kerajaan Kediri. Dalam perjalanan dari kerajaan Bantarangin ke Kediri mengalahkan segerombolan harimau dan merak yang dipimpin oleh Singobarong. Penari utama memakai pakaian besar terbuat dari bulumerak dan memakai topeng kepala harimau. Berat topeng tersebut berkisar 40 sampai 50 kg dan didukung oleh sebuah tali yang digigit oleh gigi penari. Lainnya memakai topeng seperti setan.

Tari klasik















Ø  Tari Legong (Bali)
Sebuah tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat kompleks yang terikat dengan struktur tabuh pengiring yang konon merupakan pengaruh dari Gambuh. Kata Legong berasal dari kata "leg" yang artinya luwes atau elastis dan kemudian diartikan sebagai gerakan lemah gemulai (tari). Selanjutnya kata tersebut di atas dikombinasikan dengan kata "gong" yang artinya gamelan, sehingga menjadi "Legong" yang mengandung arti gerakan yang sangat terikat (terutama aksentuasinya) oleh gamelan yang mengiringinya. Ciri khas tari Legong ini adalah pemakaian kipas para penarinya kecuali Condong. Gamelan yang dipakai mengiringi tari Legong dinamakan Gamelan Semar Pagulingan. Lakon yang biasa dipakai dalam Legong ini kebayakan bersumber pada:Cerita Malat khususnya kisah Prabu Lasem,Cerita Kuntir dan Jobog (kisah Subali Sugriwa), Legod Bawa (kisah Brahma Wisnu tatkala mencari ujung dan pangkal Lingganya Siwa), Kuntul (kisah burung), Sudarsana (semacam Calonarang), Palayon, Chandrakanta dan lain sebagainya.






b)                Tari Kreasi











Ø  Tari Kreasi Ronggeng Midang (Jawa Barat)
Tarian ini merupakan tarian garapan dimana dalam alur geraknya mengambil dari tarian rakyat dan tari tayub seperti Banjet, Ketuk Tilu dan Silat sehingga tariannya bebas dengan laras pelog. Rakyat kecil mengenal kesenian Ronggeng sebagai bagian dari acara-acara pesta yang dilaksanakan di lapangan terbuka pada malam hari dengan penerangan berupa oncor (obor).Unsur tari Tayub sendiri dipergunakan sebagai penyelaras untuk mengekspresikan gerak tari, sedangkan Ketuk Tilu, Banjet dan Pencak Silat merupakan gerak tari yang dinamis. Dalam garapan tari Ronggeng Midang ini penata mencoba mengangkat salah satu sisi kehidupan dari Ronggeng itu. Pada umumnya mereka hidup dan berkembang di daerah perkebunan dan pesisir.









4.      Berdasarkan Tema/Isi
Tari Heroik










Ø  Tari Hedung (Nusa Tenggara Timur)
Tarian Hedung merupakan salah satu dari sekian banyak tarian yang ada dalam kultur masyarakat Adonara. Tarian ini merupakan tari perang yang dulunya dibawakan untuk menyambut pahlawan yang pulang dari medan perang. Tarian in melambangkan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat berjuang tanpa kenal menyerah. Di masa kini, tarian hedung dibawakan dalam acara penyambutan tamu yang datang ke Adonara. Dalam tarian ini, para penari yang terdiri dari kaum pria dan juga beberapa kaum wanita menggunakan berbagai perlengkapan yang biasanya digunakan oleh para pahlawan untuk berperang. Gerakan dalam tarian ini mirip dengan orang yang sedang berperang. Mereka akan "berperang" satu sama lain dengan mengayunkan parang atau membuat ancang-ancang untuk melemparkan tombak. Para penari pria akan berpasang-pasangan dan memperagakan duel dalam peperangan.







                                                         




Tari Erotis








Ø  Tari Jaipong (Jawa Barat)
Jaipong bermula dari tari ketuk tilu, tarian tradisional khas Sunda. Setelah berkembang dengan berbagai variasi, baik dalam musik maupun gerak, tarian ini menjelma menjadi jaipongan. Ciri khas jaipong adalah musiknya yang menghentak dan dinamis. Alat musik kendanag terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seseorang, berpasangan, dan juga kelompok. Jaipong sering dipentaskan pada acara hiburan selamatan dan perta pernikahan.

Tari Totemis















Ø  Tari Merak (Jawa Barat)
Tarian ini merupakan tarian kreasi baru dari daerah Jawa Barat yang menggambarkan segala tingkah laku Burung Merak yang suka ria, canda dan harmonis serta bentuk visual dari warna yang dimiliki burung merak tergambar dalam tarian ini.






Tari Dramatik

                         










Ø  Tari Kancet Punan Letto (Dayak-Kalimantan Timur)

“Punan” artinya merebut, “letto” artinya gadis/wanita. Tarian ini menceritakan tentang dua orang pemuda yang sama-sama menyukai seorang gadis dan memperebutkannya. Pemuda yang mempertahankan gadisnya dengan gagah berani akhirnya memenangkan pertarungan tersebut. Sudah merupakan sifat suku Dayak Kenyah, untuk memepertahankan miliknya apa pun itu bentuknya.

                                   

















KLIPING SENI TARI

“JENIS – JENIS TARI “


















Disusun Oleh :
Ida Nuryani
302006191
G

PROGRAM STUDI DII PGSD
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2008
KATA PENGANTAR
           Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME, karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan kliping yang berjudul “ Jenis – jenis Tari”.  Kliping ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah seni tari.
           Kliping ini berisi tentang jenis-jenis tari berdasarkan fungsinya (tari upacara, tari pergulan, dan tari petunjukan), berdasarkan bentuk penyajiannya ( tari tunggal, tari kelompok), berdasarkan pola penggarapan (tari primitif, tari rakyat, tari klasik, tari kreasi), dan berdasarkan isi/tema (tari erotis, tari heroik, tari mimitis/totemis, tari dramatik).
Penyusunan kliping ini masih belum sempurna, oleh karena itu kritik serta saran untuk memperbaikinya. Semoga kliping ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar